Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, meninggalkan persoalan serius bagi sektor pariwisata. Sekitar 200 ton sampah sisa banjir dilaporkan menumpuk di sejumlah destinasi wisata pantai, mengganggu keindahan alam sekaligus aktivitas wisatawan. Sampah tersebut terbawa aliran sungai dari wilayah hulu hingga bermuara di kawasan pesisir Jepara.
Material sampah yang menumpuk didominasi oleh kayu, ranting pohon, lumpur, plastik rumah tangga, hingga limbah organik. Kondisi ini membuat beberapa pantai favorit wisatawan tampak kumuh dan sulit diakses, terutama di area bibir pantai dan muara sungai.
Dampak Banjir Terhadap Kawasan Wisata Pantai
Banjir besar yang terjadi akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan debit sungai meningkat drastis. Aliran air membawa berbagai material dari pemukiman dan lahan pertanian menuju laut. Akibatnya, pantai-pantai di Jepara menjadi titik akhir penumpukan sampah dalam jumlah masif.
Beberapa pengelola wisata mengaku mengalami penurunan kunjungan wisatawan sejak tumpukan sampah terlihat jelas di area pantai. Selain mengganggu estetika, bau tidak sedap dari sampah organik juga menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengunjung. Kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada citra pariwisata Jepara yang dikenal dengan keindahan pantainya.
Upaya Pembersihan dan Penanganan Sampah
Pemerintah daerah bersama instansi terkait langsung bergerak melakukan pembersihan. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jepara mengerahkan petugas kebersihan, alat berat, serta armada pengangkut sampah untuk membersihkan kawasan terdampak. Pembersihan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan pantai-pantai yang menjadi tujuan utama wisata.
Selain pemerintah, relawan dan masyarakat setempat turut ambil bagian dalam kegiatan bersih pantai. Aksi gotong royong dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mendukung pemulihan sektor pariwisata. Meski demikian, proses pembersihan tidak mudah mengingat volume sampah yang sangat besar dan tersebar di sepanjang garis pantai.
Tantangan Pengelolaan Sampah Pasca Banjir
Penanganan sampah pasca banjir menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah Tuna55. Keterbatasan armada, kondisi cuaca yang masih tidak menentu, serta akses ke beberapa lokasi pantai menjadi hambatan dalam proses pembersihan. Selain itu, sampah yang terus terbawa arus laut berpotensi kembali menumpuk meskipun pembersihan telah dilakukan.
Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya pengelolaan sampah dari hulu ke hilir. Edukasi kepada masyarakat tentang pengelolaan sampah rumah tangga dan larangan membuang sampah ke sungai dinilai menjadi langkah jangka panjang untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Harapan Pemulihan Pariwisata Jepara
Dengan percepatan pembersihan dan sinergi antara pemerintah, masyarakat, serta pelaku wisata, diharapkan kondisi pantai di Jepara dapat segera pulih. Kebersihan kawasan wisata menjadi faktor utama dalam menarik kembali minat wisatawan, baik lokal maupun luar daerah.
Ke depan, upaya mitigasi banjir dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan diharapkan mampu menjaga kelestarian pantai Jepara. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan tidak hanya berdampak pada ekosistem, tetapi juga pada keberlangsungan ekonomi dan pariwisata daerah.