You are currently viewing 3.012 Ton Sampah di Pasar Induk Kramat Jati Sudah Diangkut ke TPST Bantar Gebang

3.012 Ton Sampah di Pasar Induk Kramat Jati Sudah Diangkut ke TPST Bantar Gebang

3.012 Ton Sampah di Pasar Induk Kramat Jati Sudah Diangkut ke TPST Bantar Gebang

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melaporkan bahwa sebanyak 3.012 ton sampah yang menumpuk di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, telah berhasil diangkut ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pembersihan besar-besaran setelah tumpukan sampah di kawasan tersebut sempat mengganggu aktivitas perdagangan dan menimbulkan bau tidak sedap.

Pasar Induk Kramat Jati dikenal sebagai salah satu pusat distribusi pangan terbesar di Jakarta. Setiap harinya, pasar ini menghasilkan volume sampah yang cukup besar, terutama dari sisa sayuran, buah-buahan, dan kemasan. Penumpukan yang terjadi beberapa waktu lalu memicu keluhan pedagang dan pembeli, sehingga pemerintah daerah bergerak cepat untuk melakukan penanganan.

Proses Pengangkutan Pasar Induk Kramat Jati

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengerahkan puluhan armada truk sampah dan ratusan petugas kebersihan untuk mengangkut tumpukan sampah tersebut. Proses pengangkutan dilakukan secara bertahap dan intensif, termasuk pada malam hari, agar tidak mengganggu aktivitas jual beli di pasar.

Target Pembersihan

Pemerintah menargetkan area pasar dapat kembali bersih dan nyaman dalam waktu singkat. Selain pengangkutan sampah, dilakukan pula penyemprotan disinfektan dan pembersihan saluran air untuk mencegah munculnya penyakit dan bau tidak sedap.

Dampak bagi Pedagang

Pedagang menyambut baik langkah cepat pemerintah. Mereka mengaku aktivitas jual beli mulai kembali normal setelah tumpukan sampah berkurang signifikan. Selain kenyamanan, kebersihan pasar juga penting untuk menjaga kualitas produk pangan yang dijual kepada masyarakat.

Evaluasi Sistem Pengelolaan Sampah

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengakui bahwa kejadian ini menjadi bahan evaluasi terhadap sistem pengelolaan sampah di pasar-pasar tradisional. Salah satu rencana Tuna55 perbaikan adalah meningkatkan kapasitas pengangkutan harian serta memperkuat sistem pemilahan sampah organik dan anorganik di tingkat pedagang.

Langkah Lanjutan

Ke depan, pemerintah akan mendorong penerapan pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di Pasar Induk Kramat Jati. Edukasi kepada pedagang dan pengelola pasar akan terus dilakukan agar volume sampah dapat ditekan sejak dari sumbernya.

Dengan terangkutnya 3.012 ton sampah ini, pemerintah berharap Pasar Induk Kramat Jati dapat kembali menjadi pusat distribusi pangan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli, sekaligus mendukung upaya pengelolaan sampah kota yang lebih berkelanjutan.

Leave a Reply