
Mongolia dikenal sebagai negeri dengan bentang alam stepa luas dan budaya nomaden yang kuat. Di antara berbagai tradisi yang masih lestari, Festival Unta menjadi salah satu perayaan paling unik dan menarik perhatian wisatawan. Festival ini biasanya digelar di wilayah selatan Mongolia, terutama di kawasan Gurun Gobi, tempat unta baktria berpunuk dua menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat setempat.
Festival unta bukan sekadar hiburan tahunan. Acara ini lahir dari upaya masyarakat lokal untuk melestarikan populasi unta sekaligus menjaga warisan budaya yang diwariskan turun-temurun. Dalam beberapa dekade terakhir, jumlah peternak unta menurun akibat perubahan gaya hidup dan modernisasi. Festival ini menjadi panggung perayaan sekaligus pengingat akan peran vital unta dalam sejarah Mongolia.
Balapan Unta, Atraksi Paling Ditunggu Mongolia
Salah satu agenda yang paling dinanti dalam festival ini adalah balapan unta. Berbeda dengan balapan kuda yang umum di Mongolia, balapan unta menawarkan sensasi tersendiri. Unta-unta yang telah dilatih khusus akan berlomba melintasi lintasan berpasir, ditunggangi oleh joki dengan busana tradisional Mongolia yang mencolok.
Sorak-sorai penonton menggema ketika unta-unta berlari dengan langkah khasnya. Meski terlihat santai, balapan ini membutuhkan teknik dan kerja sama yang solid antara joki dan hewan tunggangannya. Tidak jarang, balapan diselingi momen lucu ketika unta tiba-tiba berhenti atau berbelok arah, menambah keseruan acara.
Permainan Tradisional dan Pertunjukan Budaya
Selain balapan, festival ini juga dimeriahkan dengan berbagai permainan tradisional yang melibatkan unta, seperti camel polo dan lomba ketangkasan. Para peserta, baik pria maupun wanita, tampil anggun dengan pakaian adat berwarna cerah, lengkap dengan topi khas Mongolia.
Pertunjukan seni turut memeriahkan suasana. Musik tradisional dengan alunan morin khuur (biola kepala kuda), tarian rakyat, serta nyanyian khas stepa menjadi hiburan yang memikat. Semua elemen ini berpadu menciptakan atmosfer perayaan yang hangat dan penuh kebanggaan budaya.
Pameran Produk Lokal dan Kuliner
Tak kalah menarik, pameran produk lokal Tuna55 menjadi bagian penting dari Festival Unta. Para pengrajin memamerkan hasil karya mereka, mulai dari kain wol unta, pakaian hangat, tas, hingga perhiasan etnik. Produk-produk ini tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga mencerminkan kearifan lokal masyarakat Mongolia.
Di area kuliner, pengunjung dapat mencicipi berbagai hidangan khas, seperti susu unta fermentasi, keju tradisional, dan daging olahan yang dimasak dengan resep turun-temurun. Bagi wisatawan, ini menjadi kesempatan langka untuk merasakan cita rasa autentik Mongolia langsung dari sumbernya.
Daya Tarik Wisata dan Pelestarian Budaya
Festival Unta kini berkembang menjadi daya tarik wisata internasional. Wisatawan dari berbagai negara datang untuk menyaksikan keunikan festival sekaligus menikmati keindahan alam Mongolia yang masih alami. Pemerintah dan komunitas lokal pun aktif mempromosikan acara ini sebagai bagian dari pariwisata berkelanjutan.
Lebih dari sekadar festival, perayaan ini menjadi simbol upaya pelestarian budaya nomaden Mongolia. Dengan menjaga tradisi dan memanfaatkan potensi pariwisata, Festival Unta membuktikan bahwa warisan leluhur dapat terus hidup dan relevan di tengah arus zaman modern.