
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mulai mematangkan berbagai strategi rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi lonjakan kendaraan saat mudik Lebaran 2026. Sejumlah skema pengaturan, seperti sistem one way, contraflow, hingga penerapan ganjil genap,
disiapkan untuk memastikan arus mudik dan balik berjalan aman, tertib, dan lancar.
Langkah ini diambil seiring dengan prediksi meningkatnya mobilitas masyarakat pada musim mudik tahun ini. Libur panjang
Lebaran yang berdekatan dengan cuti bersama diperkirakan mendorong jutaan kendaraan keluar dari wilayah aglomerasi menuju
daerah tujuan mudik, terutama di Pulau Jawa.
One Way di Jalur Tol Utama Jadi Andalan Korlantas
Salah satu skema utama yang kembali diandalkan adalah sistem one way di ruas tol utama, khususnya Tol Trans Jawa. Rekayasa ini akan diterapkan secara situasional, menyesuaikan dengan volume kendaraan yang melintas. Jika kepadatan meningkat signifikan, arus lalu lintas akan difokuskan ke satu arah menuju wilayah timur.
Penerapan one way dinilai efektif untuk mengurai kepadatan karena mampu menambah kapasitas jalan secara signifikan. Namun
demikian, kebijakan ini tetap akan dikoordinasikan dengan pengelola jalan tol serta pemerintah daerah, agar dampaknya terhadap jalur alternatif dapat diminimalkan.
Contraflow untuk Pecah Kepadatan di Titik Rawan
Selain one way, skema contraflow juga disiapkan sebagai langkah cepat menghadapi kepadatan di titik-titik rawan. Contraflow biasanya diterapkan pada jalur tol dengan membuka sebagian lajur dari arah berlawanan untuk digunakan sementara oleh arus mudik.
Rekayasa ini bersifat fleksibel dan dapat diberlakukan dalam waktu singkat ketika antrean kendaraan mulai mengular. Petugas akan
bersiaga di lapangan untuk memastikan keselamatan pengguna jalan selama contraflow diberlakukan, termasuk dengan pemasangan rambu sementara dan pengawalan ketat.
Ganjil Genap untuk Kendalikan Volume Kendaraan
Tak hanya itu, sistem ganjil genap juga masuk dalam opsi pengendalian lalu lintas jelang puncak mudik. Skema ini dirancang untuk membatasi jumlah kendaraan yang melintas di jalur tertentu pada waktu tertentu, berdasarkan angka pelat nomor kendaraan.
Penerapan ganjil genap akan dilakukan secara selektif dan diumumkan jauh hari agar masyarakat Tuna55 dapat menyesuaikan rencana perjalanan. Dengan pembatasan ini, kepadatan di jalur utama diharapkan dapat ditekan, sekaligus mendorong pemudik memilih waktu perjalanan yang lebih merata.
Imbauan kepada Pemudik agar Rencanakan Perjalanan
Korlantas Polri juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan mudik dengan matang. Pemudik disarankan memantau
informasi lalu lintas terkini, memanfaatkan rest area secara bijak, serta memastikan kondisi kendaraan dan fisik pengemudi dalam keadaan prima.
Dengan kombinasi rekayasa lalu lintas dan kedisiplinan pengguna jalan, aparat berharap arus mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung
lebih lancar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah dan kepolisian menegaskan komitmennya untuk memberikan rasa aman
dan nyaman bagi seluruh masyarakat yang akan merayakan Lebaran di kampung halaman.