Resep Dendeng Balado Pedas ala Rumahan, Empuk dan Praktis – Cita rasa dendeng daging sapi balado pedas tidak hanya ditentukan oleh sambalnya
yang menggigit, tetapi juga oleh tekstur daging yang kering, renyah, dan tetap empuk saat dikunyah.
Olahan ini merupakan warisan kuliner Minangkabau yang memanfaatkan teknik pengeringan
untuk mengawetkan daging sapi agar tahan lama dan kaya rasa.
Rahasia Dendeng Balado yang Renyah dan Tidak Keras
Sebagai salah satu ikon masakan Padang, dendeng balado dikenal dengan perpaduan rasa pedas, gurih, dan sedikit asam yang menyatu sempurna.
Irisan daging sapi kering yang digoreng garing kemudian dilumuri sambal balado merah membuat hidangan ini
digemari banyak orang dan cocok disantap kapan saja bersama nasi hangat.
Untuk mendapatkan hasil dendeng balado yang lezat dan tidak alot,
diperlukan pemilihan bahan yang tepat serta teknik memasak yang benar. Berikut resep praktis yang bisa dipraktikkan di rumah.
Resep Dendeng Balado Daging Sapi Balado Pedas ala Rumahan
Bahan Daging:
500 gram daging sapi (bagian gandik/silverside)
4 siung bawang merah
2 siung bawang putih
2 ruas jahe
1 ruas kunyit
1 batang serai, memarkan
2 lembar daun salam
2 lembar daun jeruk
1 sendok teh ketumbar bubuk
½ sendok teh garam
Air secukupnya (bisa diganti air kelapa agar lebih empuk)
Bahan Sambal Balado:
10–15 cabai merah keriting
5–7 cabai merah besar (opsional, untuk warna)
5–8 siung bawang merah
2–5 siung bawang putih
1 batang serai, memarkan
2 cm lengkuas, memarkan
2 lembar daun jeruk
½ sendok teh garam
½ sendok teh kaldu bubuk
1 sendok teh gula pasir
1 sendok makan air jeruk nipis (opsional)
Minyak goreng secukupnya
Cara Membuat:
Menyiapkan Daging
Pilih daging sapi tanpa lemak, lalu iris tipis sekitar 1 cm dan lebar mengikuti arah serat. Agar lebih mudah diiris, simpan daging di freezer hingga setengah beku.
Merebus Daging
Rebus daging bersama bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, serai, daun salam, daun jeruk, ketumbar, dan garam hingga daging matang dan cukup empuk. Jangan merebus terlalu lama.
Meniriskan dan Menggeprek
Angkat dan tiriskan daging hingga benar-benar kering. Geprek perlahan sampai pipih dan melebar menggunakan ulekan atau pemukul daging.
Menggoreng Daging
Untuk hasil maksimal, oven daging pada suhu 150°C selama sekitar 40 menit agar kadar air berkurang. Setelah itu goreng dengan api kecil hingga kering dan renyah, lalu tiriskan.
Membuat Sambal Balado
Haluskan cabai, bawang merah, dan bawang putih. Bisa diulek kasar agar teksturnya lebih khas. Tambahkan air jeruk nipis agar warna sambal tetap cerah.
Menumis Sambal
Tumis bumbu halus dengan serai, lengkuas, dan daun jeruk hingga matang dan harum. Bumbui juga dengan gula, garam, dan juga kaldu bubuk, lalu koreksi untuk rasanya.
Penyajian
Setelah sambal agak dingin, masukkan dendeng goreng dan aduk hingga seluruh permukaan terbalut bumbu. Sajikan bersama nasi putih hangat.
Tips Agar Dendeng Balado Tetap Renyah dan Tidak Alot
Agar hasil dendeng balado maksimal, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:
Gunakan daging gandik atau silverside karena seratnya padat dan tidak mudah hancur
Iris searah serat untuk mencegah daging keras saat digoreng
Jangan merebus terlalu lama, cukup sampai daging matang dan padat
Pastikan daging benar-benar kering sebelum digoreng atau dioven
Geprek secara perlahan, jangan terlalu keras agar daging tidak hancur
Goreng dengan api kecil dan angkat segera setelah garing
Campurkan dendeng dengan sambal saat sambal sudah hangat atau dingin agar teksturnya tetap renyah
Sebagai variasi, dendeng balado juga hadir dalam bentuk dendeng kering dan dendeng lambok (basah).
Ada pula dendeng batokok yang menggunakan sambal cabai hijau dengan tekstur lebih kasar dan daging yang dipukul hingga lebih empuk.
Dendeng balado sangat cocok dijadikan lauk utama, dipadukan dengan nasi putih hangat, telur goreng, dan aneka sayuran sebagai pelengkap Tuna55.