
Menteri Pertahanan sekaligus calon presiden Prabowo Subianto menegaskan target ambisius bagi Indonesia:
selesai dalam lima tahun, negara ini tidak lagi mengimpor energi dari luar negeri. Pernyataan ini disampaikannya
saat menghadiri forum nasional energi yang diikuti oleh para pemangku kepentingan di sektor energi,
termasuk BUMN, swasta, dan akademisi.
Prabowo menekankan bahwa ketahanan energi adalah kunci bagi kedaulatan nasional. Dengan mengurangi
ketergantungan pada impor, Indonesia diyakini mampu mengendalikan harga energi, meningkatkan
produksi domestik, dan memperkuat posisi negara di panggung global.
Prabowo Fokus pada Energi Terbarukan dan Migas Domestik
Untuk mencapai target tersebut, Prabowo menekankan pentingnya pengembangan energi terbarukan dan
pemanfaatan sumber daya energi dalam negeri, seperti minyak bumi, gas, dan batu bara, secara lebih efisien.
Ia menilai, energi terbarukan seperti matahari, angin, dan panas bumi memiliki potensi besar untuk memenuhi
kebutuhan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor.
“Indonesia memiliki sumber daya alam melimpah. Mari kita kelola dengan bijak dan modern sehingga lima tahun ke depan,
kita bisa mandiri energi,” ujar Prabowo.
Selain itu, ia mendorong inovasi teknologi dan investasi sektor energi agar produksi dalam negeri mampu
memenuhi permintaan nasional. Kolaborasi antara BUMN, perusahaan swasta, dan universitas dianggap
menjadi kunci keberhasilan program ini.
Dampak Ketahanan Energi bagi Ekonomi
Prabowo menekankan bahwa kemandirian energi bukan hanya soal politik, tetapi juga berdampak langsung pada
ekonomi rakyat. Ketergantungan pada impor energi sering memicu fluktuasi harga bahan bakar dan listrik,
yang akhirnya membebani masyarakat dan sektor industri Tuna55https://kingisafink.com/.
Dengan produksi energi domestik yang cukup, pemerintah bisa menjaga stabilitas harga energi, menurunkan
biaya produksi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Hal ini diharapkan juga membuka lapangan kerja
baru di sektor energi dan industri pendukungnya.
Langkah Nyata Menuju Mandiri Energi
Dalam forum tersebut, Prabowo menegaskan beberapa langkah konkret:
- Optimalisasi kilang minyak dan fasilitas gas bumi agar kapasitas produksi nasional meningkat.
- Pembangunan pembangkit listrik tenaga terbarukan untuk mendukung suplai listrik nasional.
- Insentif bagi investor lokal dan asing yang berinvestasi di sektor energi.
- Efisiensi dan konservasi energi untuk mengurangi pemborosan.
Ia menekankan bahwa semua pihak harus bekerja sama, dari pemerintah pusat hingga daerah, untuk mewujudkan
visi mandiri energi dalam lima tahun ke depan.
Harapan Masa Depan Energi Indonesia
Prabowo optimistis bahwa dengan langkah strategis, Indonesia bisa bebas dari ketergantungan impor energi,
sekaligus menjadi negara yang mandiri, stabil, dan berdaulat secara ekonomi. Target ini diharapkan dapat menjadi
tonggak sejarah bagi sektor energi nasional dan memperkuat posisi Indonesia di kawasan Asia Tenggara.