You are currently viewing Super Flu Bukanlah Penyebab Kematian Pasien di Bandung, Ini Adalah Penjelasan Dari Menkes Budi

Super Flu Bukanlah Penyebab Kematian Pasien di Bandung, Ini Adalah Penjelasan Dari Menkes Budi

Super Flu Bukanlah Penyebab Kematian Pasien di Bandung

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa kasus kematian seorang pasien di Bandung bukan

disebabkan oleh virus “super flu” yang belakangan ramai diperbincangkan di masyarakat. Klarifikasi ini

disampaikan menyusul munculnya kekhawatiran publik mengenai kemungkinan masuknya varian influenza berbahaya ke Indonesia.

Menurut Menkes, hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa pasien tersebut meninggal dunia akibat

komplikasi penyakit yang sudah diderita sebelumnya, bukan karena infeksi virus influenza varian baru seperti yang

ramai disebut sebagai super flu.

Hasil Pemeriksaan Laboratorium Untuk Kematian

Budi menjelaskan bahwa tim medis telah melakukan serangkaian tes, termasuk uji PCR dan pemeriksaan penunjang lainnya.

Dari hasil tersebut, tidak ditemukan indikasi pasien terinfeksi virus influenza H3N2 atau varian super flu yang sempat dikhawatirkan.

“Pasien memiliki penyakit penyerta (komorbid) yang cukup berat. Kematian bukan disebabkan oleh infeksi virus super flu,

tetapi karena komplikasi penyakit yang sudah ada,” ujar Menkes.

Klarifikasi atas Isu Super Flu

Belakangan ini, istilah “super flu” ramai dibicarakan menyusul meningkatnya kasus influenza di sejumlah negara.

Namun Menkes menekankan bahwa Indonesia hingga saat ini belum menemukan kasus super flu yang terbukti secara klinis.

Ia meminta masyarakat untuk tidak panik serta lebih selektif menyaring informasi kesehatan yang beredar di media sosial,

karena kesimpulan yang keliru dapat memicu kepanikan publik yang tidak perlu.

Pemantauan Tetap Diperketat

Meski belum ditemukan super flu di Indonesia, Kementerian Kesehatan memastikan tetap memperketat surveilans

epidemiologi di berbagai pintu masuk negara, termasuk bandara dan pelabuhan internasional.

Upaya ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi masuknya varian influenza baru dari luar negeri,

terutama menjelang musim liburan dan meningkatnya mobilitas masyarakat.

Imbauan untuk Masyarakat

Menkes juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat, termasuk rajin mencuci tangan,

menggunakan masker saat sakit, serta melakukan vaksinasi influenza, khususnya bagi kelompok Tuna55 rentan seperti lansia, anak-anak,

dan penderita penyakit kronis.

Ia menegaskan bahwa vaksin influenza masih efektif untuk mencegah komplikasi berat akibat flu musiman,

sekaligus membantu menekan risiko penularan di lingkungan masyarakat.

Mencegah Kepanikan Publik

Dengan adanya klarifikasi ini, pemerintah berharap masyarakat tidak terjebak pada narasi yang menyesatkan. Menkes

menekankan bahwa transparansi data dan edukasi publik menjadi kunci agar masyarakat tetap waspada tanpa harus panik berlebihan.

“Kami terus memantau dan akan segera menyampaikan ke publik jika ada perkembangan signifikan,” pungkasnya.

Leave a Reply