
Harga perak produksi Antam kembali mengalami tekanan signifikan pada perdagangan Selasa, 3 Februari 2026. Logam mulia ini tercatat turun sebesar Rp 600 per gram dibandingkan hari sebelumnya. Penurunan tersebut menjadi sorotan pelaku pasar karena terjadi di tengah kondisi pasar global yang masih diliputi ketidakpastian ekonomi dan tekanan eksternal.
Pergerakan harga perak Antam umumnya sangat sensitif terhadap dinamika global, terutama yang berkaitan dengan nilai tukar dolar Amerika Serikat, kebijakan suku bunga bank sentral, serta fluktuasi harga komoditas internasional. Kondisi tersebut kembali tercermin pada pelemahan harga perak hari ini.
Tekanan Pasar Global Jadi Faktor Utama harga perak
Penguatan Dolar AS Menekan Harga Logam Mulia
Salah satu faktor utama yang memicu anjloknya harga perak Antam adalah penguatan dolar AS di pasar internasional. Dolar yang lebih kuat membuat harga komoditas berbasis dolar, termasuk perak, menjadi relatif lebih mahal bagi investor global. Akibatnya, permintaan cenderung melemah dan harga mengalami koreksi.
Selain itu, ekspektasi bahwa bank sentral Amerika Serikat akan mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama juga memberikan tekanan tambahan. Suku bunga tinggi membuat aset berbunga seperti obligasi lebih menarik dibandingkan logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.
Pelemahan Harga Perak Dunia
Harga perak di pasar global juga tercatat mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir. Kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi global, terutama dari sektor manufaktur, turut menekan prospek permintaan perak sebagai bahan baku industri. Kondisi ini berdampak langsung pada domestik, termasuk produk perak Antam.
Dampak Penurunan Harga bagi Investor
Peluang bagi Investor Jangka Panjang
Bagi investor jangka panjang, penurunan harga perak Antam justru dapat menjadi peluang akumulasi. Harga yang lebih rendah membuka kesempatan untuk membeli dengan biaya lebih murah, terutama bagi mereka yang meyakini bahwa perak masih memiliki prospek positif dalam jangka panjang, baik sebagai aset lindung nilai maupun kebutuhan industri.
Namun demikian, investor tetap perlu mencermati volatilitas harga yang cukup tinggi. Fluktuasi tajam dalam waktu singkat bisa terjadi seiring perubahan sentimen pasar global.
Risiko bagi Trader Jangka Pendek
Di sisi lain, bagi trader jangka pendek, penurunan Rp 600 per gram ini menjadi sinyal meningkatnya risiko pasar Tuna55. Pergerakan harga yang dipengaruhi sentimen global menuntut strategi yang lebih disiplin, termasuk penggunaan batas kerugian (stop loss) agar risiko dapat dikendalikan.
Prospek Harga Perak ke Depan
Dipengaruhi Data Ekonomi Global
Ke depan, pergerakan Antam masih akan sangat bergantung pada rilis data ekonomi global, terutama inflasi dan kebijakan suku bunga bank sentral utama dunia. Jika tekanan pasar global berlanjut, berpotensi mengalami fluktuasi lanjutan.
Sebaliknya, apabila terjadi pelonggaran kebijakan moneter atau melemahnya dolar AS, harga perak memiliki peluang untuk kembali menguat. Oleh karena itu, investor disarankan untuk terus memantau perkembangan pasar global sebelum mengambil keputusan investasi.