
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memaparkan perkembangan pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah terdampak, khususnya di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi untuk memulihkan kehidupan masyarakat.
Pemulihan pascabencana menjadi fokus utama mengingat ribuan warga masih terdampak dan sebagian infrastruktur penting mengalami kerusakan berat. Pemerintah menargetkan pemulihan dilakukan secara bertahap namun berkelanjutan, dengan prioritas pada hunian, fasilitas umum, serta layanan dasar masyarakat.
Mendagri Perkembangan di Aceh
Di Aceh, Mendagri menyebut bahwa pembangunan hunian sementara (huntara) terus dikebut untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir dan tanah longsor. Selain itu, perbaikan akses jalan dan jembatan juga menjadi perhatian karena berpengaruh langsung terhadap distribusi bantuan dan aktivitas ekonomi warga.
Tito menekankan bahwa pemerintah daerah diminta untuk segera menyelesaikan pendataan kerusakan agar proses rekonstruksi dapat berjalan tepat sasaran. Pemerintah pusat juga telah menyalurkan bantuan anggaran serta logistik guna mendukung percepatan pemulihan.
Situasi di Sumatera Utara
Di Sumatera Utara, pemulihan difokuskan pada perbaikan fasilitas kesehatan dan pendidikan yang rusak akibat bencana. Beberapa puskesmas dan sekolah telah mulai diperbaiki agar pelayanan publik dapat kembali berjalan normal.
Mendagri menilai bahwa kesiapsiagaan pemerintah daerah Sumut cukup baik dalam menangani kondisi darurat, namun tetap meminta peningkatan koordinasi lintas instansi untuk mempercepat rehabilitasi dan memastikan masyarakat mendapatkan layanan yang memadai.
Pemulihan di Sumatera Barat
Sementara itu, di Sumatera Barat, pemerintah memprioritaskan pemulihan kawasan permukiman dan fasilitas umum yang terdampak. Tito menyebutkan bahwa pemerintah daerah Sumbar telah mengajukan sejumlah program rehabilitasi dan rekonstruksi yang kini sedang dalam proses evaluasi di tingkat pusat.
Selain infrastruktur fisik, perhatian juga diberikan pada pemulihan ekonomi masyarakat, terutama sektor pertanian dan UMKM yang terdampak.
Koordinasi dan Pengawasan
Mendagri menegaskan pentingnya koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar proses pemulihan tidak berjalan parsial. Ia juga meminta kepala daerah untuk memastikan transparansi penggunaan anggaran serta pengawasan ketat terhadap proyek rekonstruksi.
Pemerintah pusat berkomitmen mendampingi daerah hingga tahap pemulihan selesai, sehingga masyarakat Tuna55 dapat kembali menjalani kehidupan normal dengan aman dan layak.
Harapan ke Depan
Dengan progres yang terus berjalan, Mendagri berharap pemulihan di Aceh, Sumut, dan Sumbar dapat menjadi contoh penanganan pascabencana yang cepat dan terkoordinasi. Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk tetap bersabar dan berpartisipasi aktif dalam proses pemulihan.
Pemulihan pascabencana bukan sekadar membangun kembali infrastruktur, tetapi juga memulihkan harapan dan kualitas hidup masyarakat yang terdampak. Pemerintah berkomitmen memastikan seluruh proses berjalan adil, transparan, dan berkelanjutan demi kesejahteraan warga.