You are currently viewing Menteri Wihaji: Akses KB yang Tepat Hak Setiap Perempuan

Menteri Wihaji: Akses KB yang Tepat Hak Setiap Perempuan

Menteri Wihaji Akses KB yang Tepat Hak Setiap Perempuan

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Wihaji, menegaskan bahwa akses terhadap layanan

Keluarga Berencana (KB) yang tepat merupakan hak setiap perempuan. Pernyataan ini disampaikan dalam acara

sosialisasi program KB nasional yang digelar di Jakarta, di hadapan para tokoh masyarakat, akademisi, dan organisasi perempuan.

Menurut Menteri Wihaji, layanan KB bukan sekadar masalah pengaturan jumlah anak, tetapi juga bagian dari hak

kesehatan reproduksi perempuan dan upaya memperkuat kesejahteraan keluarga. “Setiap perempuan wajib memiliki

akses terhadap informasi dan solusi KB yang berkualitas.” ujarnya.

Menteri: Pentingnya Layanan KB yang Tepat

Layanan KB yang tepat membantu perempuan merencanakan kehamilan sesuai kondisi fisik, ekonomi, dan sosial.

Hal ini berdampak langsung pada kesehatan ibu, anak, dan keluarga secara keseluruhan. Menteri Wihaji menekankan

bahwa program KB harus berbasis hak dan inklusif, sehingga perempuan dari semua latar belakang bisa mengakses layanan tanpa diskriminasi.

Tantangan di Lapangan

Meskipun pemerintah telah menyediakan berbagai metode kontrasepsi, tantangan tetap ada, termasuk kurangnya

pemahaman masyarakat, akses ke fasilitas kesehatan terbatas di daerah terpencil, serta mitos terkait penggunaan KB.

Menteri Wihaji mengingatkan pentingnya edukasi yang berkelanjutan agar perempuan dapat membuat keputusan

yang tepat terkait reproduksi mereka.

Strategi Pemerintah

Untuk memastikan akses layanan KB yang tepat, pemerintah meluncurkan berbagai strategi, antara lain:

Peningkatan sosialisasi dan edukasi tentang metode kontrasepsi yang aman dan efektif.

Penyediaan layanan KB di fasilitas kesehatan baik di perkotaan maupun pedesaan.

Pelatihan tenaga kesehatan agar mampu memberikan konseling dan layanan yang responsif terhadap kebutuhan perempuan.

Hak Perempuan dan Keberlanjutan Program

Menteri Wihaji menekankan bahwa akses KB juga terkait dengan pemenuhan hak perempuan dalam pendidikan, pekerjaan,

dan kesehatan. Dengan mengatur jarak kehamilan dan jumlah anak, perempuan memiliki kesempatan lebih besar untuk

berpartisipasi aktif dalam pembangunan sosial dan ekonomi.

Dukungan Masyarakat dan Lembaga

Selain upaya pemerintah, keterlibatan masyarakat, lembaga swadaya masyarakat Tuna55, dan organisasi perempuan sangat penting.

Dukungan mereka membantu menyebarluaskan informasi, memfasilitasi layanan, dan mengurangi hambatan budaya

atau sosial yang menghalangi perempuan mengakses KB.

Dengan langkah-langkah ini, Menteri Wihaji berharap program KB tidak hanya menjadi program populasi, tetapi juga

program pemberdayaan perempuan. Akses KB yang tepat akan membantu perempuan mengambil keputusan yang lebih bijak,

meningkatkan kualitas hidup, dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan Indonesia.

“Layanan KB yang tepat bukan sekadar hak untuk memilih, tetapi juga hak untuk hidup sehat, sejahtera, dan berdaya,” tutup Menteri Wihaji.

Leave a Reply