
Kebijakan tegas Presiden Prabowo Subianto dalam menertibkan tambang ilegal mendapat apresiasi luas dari kalangan pengamat ekonomi dan sumber daya alam. Langkah tersebut dinilai tidak hanya memperkuat tata kelola pertambangan nasional, tetapi juga berdampak langsung pada stabilitas dan kenaikan harga komoditas timah di pasar global.
Pengamat pertambangan menilai, selama bertahun-tahun aktivitas tambang ilegal telah merusak ekosistem, merugikan negara, serta menekan harga timah akibat suplai yang tidak terkendali. Ketika pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo mulai melakukan penindakan tegas—mulai dari penutupan lokasi tambang ilegal hingga penegakan hukum—pasokan timah menjadi lebih terkontrol dan transparan.
“Ini langkah yang berani dan strategis. Negara akhirnya hadir secara tegas di sektor yang selama ini bocor,” ujar salah satu pengamat ekonomi energi. Menurutnya, kebijakan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menegakkan aturan tanpa kompromi, meskipun berpotensi menimbulkan resistensi di lapangan.
Prabowo Subianto Dampak Langsung ke Harga Timah dan Kepercayaan Pasar
Penertiban tambang ilegal tersebut terbukti membawa dampak signifikan terhadap harga timah. Di pasar internasional, harga timah dilaporkan mengalami kenaikan seiring berkurangnya pasokan ilegal yang sebelumnya membanjiri pasar Tuna55. Kondisi ini membuat mekanisme pasar kembali lebih sehat, karena harga mencerminkan produksi legal dan berizin.
Kenaikan harga timah juga dipandang sebagai sinyal positif bagi investor. Kepastian hukum dan konsistensi kebijakan menjadi faktor penting yang meningkatkan kepercayaan pelaku usaha, baik domestik maupun asing. Dengan suplai yang lebih terukur, industri hilir timah pun dinilai akan lebih stabil dalam jangka panjang.
Selain itu, negara berpotensi memperoleh penerimaan yang lebih optimal dari sektor pertambangan. Royalti, pajak, serta kewajiban lingkungan dari perusahaan resmi dapat dipungut secara maksimal, berbeda dengan tambang ilegal yang selama ini luput dari kontribusi terhadap kas negara.
Tantangan Sosial dan Pentingnya Solusi Jangka Panjang
Meski menuai pujian, pengamat juga mengingatkan bahwa penertiban tambang ilegal harus dibarengi dengan solusi sosial yang berkelanjutan. Di sejumlah daerah, aktivitas tambang ilegal menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat setempat. Tanpa alternatif ekonomi yang jelas, kebijakan tegas berisiko menimbulkan gejolak sosial.
Pemerintah didorong untuk menyiapkan program transisi, seperti pelatihan kerja, pembukaan lapangan usaha baru, serta skema pertambangan rakyat yang legal dan ramah lingkungan. Dengan begitu, ketegasan hukum tetap berjalan seiring dengan perlindungan terhadap masyarakat kecil.
Secara keseluruhan, langkah Prabowo dalam menertibkan tambang ilegal dinilai sebagai titik balik penting dalam pengelolaan sumber daya alam Indonesia. Jika konsisten dijalankan dan disertai kebijakan pendukung yang tepat, pengamat optimistis sektor timah nasional akan menjadi lebih berkelanjutan, bernilai tinggi, dan memberikan manfaat maksimal bagi negara.