You are currently viewing Polda Aceh Pecat Anggota Brimob yang Sudah Ikut Bergabung Tentara Bayaran Rusia

Polda Aceh Pecat Anggota Brimob yang Sudah Ikut Bergabung Tentara Bayaran Rusia

Polda Aceh Pecat Anggota Brimob yang Sudah Ikut Bergabung Tentara Bayaran Rusia

Kepolisian Daerah (Polda) Aceh mengambil langkah tegas dengan memecat seorang anggota Brimob yang terbukti bergabung dengan tentara bayaran Rusia. Keputusan ini diambil setelah melalui proses pemeriksaan internal dan sidang etik kepolisian yang menyatakan anggota tersebut melanggar disiplin serta kode etik profesi Polri.

Pemecatan tersebut menjadi perhatian publik karena melibatkan aparat keamanan aktif yang seharusnya menjunjung tinggi loyalitas kepada negara. Polda Aceh menegaskan bahwa tindakan bergabung dengan kekuatan militer asing tanpa izin merupakan pelanggaran serius yang tidak dapat ditoleransi.

Pelanggaran Disiplin dan Kode Etik Aceh

Dalam keterangannya, Polda Aceh menyebut bahwa anggota Brimob tersebut terbukti meninggalkan tugas tanpa izin resmi dan terlibat dalam aktivitas militer di luar struktur negara. Perbuatan tersebut dinilai bertentangan dengan sumpah anggota Polri serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Yang sudah bersangkutan telah melanggar disiplin berat dan kode etik profesi Polri. Oleh karena itu, sanksi paling berat berupa pemberhentian tidak dengan hormat dijatuhkan,” ujar perwakilan Polda Aceh.

Keputusan ini diambil untuk menjaga marwah institusi Polri serta memberikan efek jera bagi anggota lain agar tidak melakukan pelanggaran serupa.

Proses Pemeriksaan Internal

Polda Aceh memastikan bahwa pemecatan tersebut dilakukan melalui prosedur yang sah dan transparan. Pemeriksaan internal melibatkan pengumpulan bukti, klarifikasi, serta sidang kode etik yang menghadirkan pihak-pihak terkait.

Penelusuran Aktivitas di Luar Negeri

Dalam proses pemeriksaan, penyidik internal menelusuri aktivitas anggota Brimob tersebut selama berada di luar negeri. Informasi mengenai keterlibatannya dengan tentara bayaran Rusia menjadi dasar kuat dalam pengambilan keputusan.

Polda Aceh juga berkoordinasi dengan Mabes Polri dan instansi terkait untuk memastikan langkah hukum dan administratif yang diambil sesuai dengan ketentuan.

Pesan Tegas bagi Seluruh Anggota Polri

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh anggota Polri agar senantiasa mematuhi aturan dan menjaga loyalitas kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Polda menekankan bahwa setiap anggota memiliki kewajiban menjaga netralitas dan tidak terlibat dalam konflik bersenjata di luar negeri.

Menjaga Integritas Institusi

Polda menilai integritas dan profesionalisme merupakan fondasi utama institusi kepolisian. Pelanggaran berat seperti ini dinilai dapat merusak kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum Tuna55 jika tidak ditindak tegas.

Langkah pemecatan ini juga diharapkan menjadi pembelajaran bahwa status sebagai aparat negara membawa tanggung jawab besar, baik di dalam maupun di luar negeri.

Pemecatan anggota Brimob yang bergabung dengan tentara bayaran Rusia menegaskan komitmen Polda Aceh dalam menegakkan disiplin dan kode etik. Institusi kepolisian memastikan tidak ada ruang bagi tindakan yang mencederai loyalitas, kedaulatan negara, dan kehormatan profesi Polri.

Leave a Reply