Taylor Swift kembali mencuri perhatian publik global dengan merilis video musik Opalite pada 6 Februari. Video ini menjadi visual kedua yang dihadirkan dari album studio ke-12 miliknya, The Life of a Showgirl, lebih dari empat bulan setelah album tersebut pertama kali dirilis pada Oktober 2025. Sebelumnya, Swift telah meluncurkan video musik untuk single utama The Fate of Ophelia, yang hingga kini masih mendominasi tangga lagu dan platform streaming di berbagai negara.
Perilisan video Opalite langsung menjadi topik hangat di kalangan penggemar dan pengamat industri musik. Bukan hanya karena kekuatan visual dan konsep ceritanya, tetapi juga karena strategi distribusi yang tidak biasa. Alih-alih langsung merilis video tersebut di YouTube, Taylor Swift memilih untuk menayangkannya lebih dulu secara eksklusif bagi pelanggan premium di Apple Music dan Spotify, sebelum akhirnya tersedia secara luas di YouTube dua hari kemudian.
‘Opalite’, Lagu Favorit Streaming dari Album Terbaru
Secara musikal, Opalite menempati posisi penting dalam album The Life of a Showgirl. Lagu ini merupakan track ketiga sekaligus lagu dengan jumlah streaming terbanyak kedua dari album tersebut di Spotify. Sejak dirilis pada Oktober 2025, Opalite telah mencatatkan lebih dari setengah miliar pemutaran, menjadikannya salah satu lagu paling konsisten performanya dalam katalog terbaru Taylor Swift.
Capaian tersebut menempatkan Opalite sebagai kandidat kuat untuk single lanjutan, menyusul kesuksesan The Fate of Ophelia yang kini mendekati satu miliar streaming secara global. Dari sisi narasi album, Opalite memperlihatkan sisi reflektif dan teatrikal Taylor Swift—sebuah benang merah yang mendefinisikan keseluruhan konsep The Life of a Showgirl.
Strategi Rilis yang Mencerminkan Perubahan Industri
Keputusan Taylor Swift untuk merilis video musik Opalite secara eksklusif di platform streaming sebelum YouTube dinilai mencerminkan dinamika baru dalam industri musik digital. Meski tidak ada pernyataan resmi dari pihak Swift, banyak analis menilai langkah ini berkaitan erat dengan perubahan kebijakan perhitungan tangga lagu, khususnya Billboard Hot 100.
Dalam sistem terbaru, penayangan video di YouTube tidak lagi menjadi faktor utama dalam perhitungan chart tersebut. Dengan memusatkan perilisan awal di platform streaming berbayar, Taylor Swift memastikan lonjakan pemutaran Opalite tercatat secara maksimal pada layanan yang secara langsung berkontribusi pada posisi tangga lagu. Strategi ini sekaligus memperkuat posisi Apple Music dan Spotify sebagai kanal utama konsumsi musik di era streaming.
Ide Video yang Lahir dari Candaan
Menariknya, konsep video musik Opalite justru berawal dari momen yang tidak direncanakan. Bersamaan dengan perilisan video, Taylor Swift membagikan sejumlah foto di balik layar dan mengungkap kisah di balik lahirnya ide tersebut. Ia menjelaskan bahwa gagasan video Opalite muncul secara spontan saat dirinya tengah menjalani rangkaian promosi album dan menjadi tamu di The Graham Norton Show*.
Dalam suasana obrolan santai bersama tamu lain seperti Cillian Murphy, Domhnall Gleeson, Greta Lee, Jodie Smith, dan Lewis Capaldi, sebuah candaan dari Domhnall Gleeson tentang keinginannya tampil di video musik Taylor Swift justru memicu inspirasi kreatif yang kuat.
Tak lama setelah acara tersebut, Taylor Swift menulis skrip Opalite dengan Domhnall Gleeson sebagai pemeran utama. Ia kemudian mengajak seluruh tamu yang hadir malam itu—termasuk sang pembawa acara Graham Norton dan Lewis Capaldi—untuk ikut terlibat dalam proyek tersebut. Keputusan ini menjadikan video Opalite terasa sangat personal dan penuh kehangatan.
Nuansa 90-an dan Proyek Kolaboratif
Secara visual, video musik Opalite tampil berbeda dari rilisan Taylor Swift sebelumnya. Video ini dikemas dengan nuansa era 90-an dan direkam menggunakan film, bukan kamera digital modern. Pendekatan ini memberikan tekstur visual yang lebih kasar, intim, dan nostalgik, selaras dengan tema lagu yang berbicara tentang kilau, ilusi, dan kehidupan di balik panggung.
Kolaborasi spontan dengan para aktor dan musisi lintas disiplin membuat Opalite terasa seperti proyek kreatif bersama, bukan sekadar video promosi. Energi hangat dan kesan “bersenang-senang” menjadi elemen utama yang menonjol sepanjang video.
Penanda Era Baru Taylor Swift
Dengan perilisan video musik Opalite, Taylor Swift kembali menunjukkan kemampuannya membaca arah industri sekaligus menjaga sentuhan personal dalam karyanya. Strategi rilis yang cermat, dikombinasikan dengan konsep visual yang intim dan penuh cerita, memperkuat posisi The Life of a Showgirl sebagai salah satu era paling matang dalam kariernya.
Opalite bukan sekadar video musik lanjutan, melainkan cerminan bagaimana Taylor Swift terus berevolusi—baik sebagai seniman maupun sebagai figur yang memahami lanskap musik digital modern. Tuna55